Hasil Uji Coba PT.CORELABThis is a featured page

PAPARAN UMUM

A. Bahan Bakar Minyak

Adalah suatu campuran senyawa organik yang dibutuhkan dalam proses pembakaran dengan tujuan mendapatkan energi/tenaga. Bahan Bakar Minyak ini adalah hasil dari proses distilasi minyak bumi menjadi fraksi-fraksi yang diinginkan seperti : Bahan Bakar Gas, Gasoline (Premium dan Pertamax), Nafta, Kerosine, Gas Oil (Solar), MFO, MDO, LSWR dll.

Pada saat ini ketersediaan bahan bakar mulai menipis, untuk itu diperlukan langkah-langkah yang tepat untuk lebih meningkatkan efisiensi bahan bakar yang digunakan. Ada beberapa cara dalam mengupayakan penghematan bahan bakar yaitu :
  • Meningkatkan efesiensi dari proses pembakaran pada system engine. Dalam hal ini pihak pabrikan sangat berperan dalam upayanya menciptakan mesin yang mempunyai effesiensi maksimal.
  • Memperbaiki kualitas bahan bakar dengan cara meningkatkan kualitas bakar dan juga bahan-bahan pendukung untuk terciptanya suatu pembakaran yang lebih baik dengan cara penambahan senyawa yang akan menciptakan pembakaran yang lebih baik (additive).
Additive yang ada dipasaran menawarkan keunggulan tertentu, seperti menaikkan angka oktan / angka cetane, pembersih, dispersansi, dll. Untuk menjawab apakah kebutuhan yang sebenarnya dari engine dan pendukungnya, kami coba membahas sedikit mengenai bahan bakar. Pembahasan yang akan kami sampaikan berkisar pada kualitas bahan bakar khususnya Gasoline (Premium, Pertamax) dan solar (HSD) yang didasarkan pada Spesifikasi Dirjen Migas.

Bahan Bakar; baik itu gasoline, solar, MFO, LSWR dll, mempunyai prinsip yang sama yaitu memerlukan nilai kualitas bakar yang baik. Sedangkan untuk mendapatkan nilai kualitas bakar yang baik banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti : kandungan air, kandungan senyawa-senyawaan organic, kandungan sulphur, asam-asam organik, lamanya penyimpanan dll.

GASOLINE

Adalah bahan bakar jenis light distillate yang dalam aplikasinya di bedakan dalam jenis Premium, Pertamax dan Pertamax Plus.

PREMIUM

Adalah bahan bakar jenis distillate yang mempunyai Octan 88. Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan bakar kendaraan bermotor, seperti : Sepeda Motor, Mobil, Motor Tempel dll. Bila premium mengandung Lead (logam/timbal) sebagai octane boosternya biasanya dalam bentuk Tetra Etylene Lead. Maka premium tidak dapat digunakan untuk kendaraan yang dilengkapi Catalytic Converter pada system gas buangnya, hal ini karena akan menyebabkan penyumbatan pori-pori katalis dan menghilangkan efektifitas dari alat pengubah pencemaran udara ini ke emisi yang lebih baik.

Berikut ini adalah Spesifikasi untuk Premium yang dikeluarkan oleh Dirjen Migas :


Gb.11


Penyesuaian dibenarkan dengan penambahan Volatility Adjustment Tabel. Contoh ditambahkan additive untuk konversi Energi.

PERTAMAX dan PERTAMAX PLUS

Adalah bahan aker tanpa akere/lead dengan kandungan additive lengkap dan khususnya Pertamax plus diproduksi dari komponen pilihan jenis High Octane Mogas Component yang berkualitas tinggi, kedua jenis bahan aker ini dianjurkan untuk kendaraan yang mempunyai kompresi tinggi.
Pada aplikasinya penggunaan pertamax plus ini harus dilengkapi dengan Katalytic Converter karena bila tidak menggunakan pengkonversi emisi ini hasil gas buang akan mencemari lingkungan dengan subtansi :Nox (Nitrogen Oksida), HC (Hydro Carbon) dan CO (Carbon Monoksida).
Pertamax plus tidak dianjurkan untuk kendaraan yang dudukan klepnya (valve seat) terbuat dari metal lunak.


MINYAK SOLAR

Adalah bahan aker middle destilat yang digunakan untuk mesin “Compression Ignition”. Pada Mesin diesel yang dikompresi pada langkah induksi adalah udara, yang dikompresi menimbulkan tekanan dan panas yang tinggi sehingga dapat membakar solar yang disemprotkan oleh injector yang kualitas bakarnya ditentukan dengan angka cetana, Makin tinggi angka cetana menunjukkan minyak solar tersebut makin mudah terbakar. Penggunaan minyak solar pada umumnya adalah untuk bahan aker pada semua mesin dengan putaran tinggii (diatas 1000 RPM), aplikasi lain untuk solar juga bisa gunakan sebagai bahan aker langsung dapur kecil yang menginginkan pembakaran bersih. Minyak solar ini disebut juga Gas oil, Automotive Diesel Oil atau High Speed Diesel.


Berikut ini adalah Spesifikasi dari Dirjen Migas untuk High Speed Diesel Fuel (BBM Solar) yang dikeluarkan oleh dirjen migas dengan No. 113.K/72/DJM/1999 :

Gb.12

B. Reaksi Kimia yg terjadi saat proses Pembakaran Adalah bahan aker middle destilat
Gb.13

C. Prinsip Dasar terjadinya pembakaran di dalam ruang aker

Proses pencampuran antara bahan aker dengan udara yang disemprotkan (kabutkan) oleh karburator atau sepuyer dan injector atau nozel ke dalam ruang aker (kompresi), pada kondisi tersebut piston pada kondisi TMA (Titik Mati Atas) atau titik diatas maksimal, lalu di lanjutkan dengan busi memercikkan listrik tegangan tinggi sehingga bahan aker yang sudah jadi kabut terbakar, lalu ledakan mendorong piston ke TMB (Titik Mati Bawah) atau titik bawah maksimal. Dan hal tersebut terjadi berulang-ulang serta dalam ritme yang teratur.


Gb.14


D. Fakta Tentang POWERMAX

POWERMAX adalah fuel Additive inovasi putra Indonesia dalam bidang suplemen bahan aker yang kinerjanya mampu mendisfersikan Air kedalam bahan aker sehingga terjadi emulsi antara Air, PowerMax dan Bahan aker yang menjadikannya solusi dalam masalah efisiiensi / pengematan pemakaian bahan aker, mengatasi masalah polusi gas buang.

Gb.15

Mendisfersikan : Menyebarkan partikel air kedalam bahan aker untuk ikut terbakar di dalam ruang kompresi / pembakaran sehingga terjadi Pembakaran yang sempurna.

Emulsi : Menyatunya antara partikel (proses tersebut dapat dilihat pada gambar diatas)


Photo Microscopic

Bahan Bakar MFO + PowerMax


Gb.16
Gambar 1. Bensin sebelum dicampur dengan Powermax

Gb.17
Gambar 2. Bensin sesudah dicampur dengan Powermax


Catatan : Pada gambar 2 dapat dilihat bahwa PowerMax mampu mendisfersikan partikel yang besar menjadi lebih kecil sehingga pembakaran bahan bakar menjadi sempurna.

Gb.18

Catatan : Keberadaan Washed Gum ini didasarkan pada banyaknya pencampuran bahan bakar dengan nonvolatile oil atau additive yang tidak compatible dengan bahan bakar itu sendiri.


RON, F11 Clear adalah suatu angka yang menyatakan kemampuan bahan bakar minyak khususnya gasoline dalam menahan tekanan kompresi agar tidak terbakar sebelum busi menyala.


Calorific Value atau Nilai Kalori adalah suatu angka yang menyatakan jumlah panas/kalori yang dihasilkan dari proses pembakaran sejumlahh tertentu bahan bakar dengan udara/oksigen.

Gb.19


Dari baker sebelum bensin premium dicampur dengan PowerMax, dapat dilihat penurunan Washed Gum peningkatan Nilai Bakar pada bahan bakkar (RON, F1 Clear) sehingga tidak terjadi detonasi. Peningkatan Calorific Value (Gross) pada bahan baker menunjukkan PowerMax mampu meningkatkan performa bahan baker.

Gb.20

Viskositas adalah suatu angka yang menyatakan besarnya perlawanan/hambatan dari suatu bahan cair untuk mengalir atau ukuran besarnya tahanan geser dari bahan cair. Makin tinggi viskositas minyak akan makin kental dan lebih sulit mengalir, demikian sebaliknya.

Water Content/Kadar Air adalah salah satu parameter terpenting dalam penentuan kualitas bahan aker, karena bila kadar air terlalu besar di dalam bahan aker akan ada beberapa kendala.

Calorific Value atau Nilai Kalori adalah suatu angka yang menyatakan jumlah panas/kalori yang dihasilkan dari proses pembakaran sejumlah tertentu bahan aker dengan udara/oksigen.

Gb.21

Dari tabel diatas dapat dilihat POWERMAX mampu menjaga kualitas kondisi bahan bakar, tidak mengalami kekentalan yang berlebihan (Kin Viscosity) terjaga dengan baik) sehingga bahan bakar tetap mudah dikabutkan. Hal tersebut mempunyai arti penting pada mesin Diesel atau Ketel Uap. Partikel Air (Water Content) yang berada di dalam bahan bakar solar terurai maksimal. Begitupun dengan performa bahan bakar solar (Calorivic Value) mengalami peningkatan sehingga proses pengkabutan menjadi sempurna.

Kesimpulan Hasil Uji Lab POWERMAX
  • POWERMAX tidak merubah spesifikasi yang ditetapkan oleh Dirjen Migas. Berarti POWERMAX sangat bisa diterima (compatible) dengan standar Dirjen Migas.

  • POWERMAX dapat meningkatkan kualitas bakar pada bahan bakar Bensin Premium dan Solar.

  • POWERMAX mampu mendisfersikan air ke dalam bahan bakar sehingga terjadi emulsi, POWERMAX dapat memecah partikel besar pada bahan bakar menjadi partikel lebih kecil, sehingga mudah dikabutkan dan pembakaran menjadi sempurna.

  • POWERMAX mampu mengikat partikel air sehingga menjaga tangki bahan bakar dari Karosi.

  • POWERMAX tidak merubah viskositas, struktur, dan komposisi senyawa organik bahan bakar sehingga dalam penggunaan jangka panjang aman untuk mesin.






nieatborneo
nieatborneo
Latest page update: made by nieatborneo , Feb 3 2009, 3:20 PM EST (about this update About This Update nieatborneo paparan - nieatborneo


view changes

- complete history)
Keyword tags: None
More Info: links to this page
There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.